Rabu, 21 Juli 2021

Mengenali Ciri-Ciri Inner Child Buruk dan Cara Mengatasinya Menggunakan Aplikasi Riliv

Aplikasi Riliv ialah sebuah aplikasi konsultasi konseling yang menghubungkan dengan berbagai masalah psikologis, utamanya penderita Inner Child buruk atau negatif. Satu sama lain bisa saling mengungkapkan masalahnya dan nantinya akan ada ahli psikolog yang membantu menangani.

 

Inner Child ialah sisi anak-anak yang ada dalam diri setiap orang, bisa menimbulkan dampak positif atau dampak negatif, tergantung bagaimana seseorang tersebut mengendalikan sisi tersebut.


 


Inner Child buruk pasti mengakibatkan hal-hal yang negatif pula, perilakunya juga akan membuat resah keluarga dan orang-orang sekitarnya. Dengan bantuan aplikasi konseling psikologi kemungkinan akan bisa menyembuhkan atau menstabilkan.

 

Aplikasi Riliv bisa didapatkan melalui Google Play Store atau Appstore, di sana penderita atau pihak keluarga akan dibimbing melakukan terapi secara online. Meskipun pengaruh terapi online tidak sepesat terapi langsung, tetapi banyak juga perubahan yang bisa dilihat dengan aplikasi ini.

 

Ciri-Ciri Inner Child

 

Inner Child yang buruk biasanya diakibatkan oleh luka di masa kecil yang belum dapat disembuhkan, tentunya bukan luka fisik yang dimaksud, melainkan luka batin. Luka yang dirasakan pada masa kecil dianggap biasa dan dianggap akan hilang dengan sendirinya. Padahal bisa ditangani semenjak mengetahui gejalanya dengan aplikasi meditasi.

 

Luka yang terus dibiarkan basah akan menjadi luka yang semakin lebar dan menimbulkan penyakit yang tidak diharapkan. Faktor keluarga dan lingkungan sangat mempengaruhi hal tersebut, karena kedua itu yang ada menemani semenjak kecil. Berikut ciri-cirinya dari Inner Child buruk :

 

1.      Emosi Tidak Stabil

 

Seseorang yang memiliki Inner Child buruk tidak akan bisa mengontrol emosinya ketika menghadapi sebuah masalah, pasti akan sangat marah sampai hilang kendali. Bisa juga seseorang yang awalnya sedang senang, lalu tiba-tiba sangat marah.

 

Hal itu bisa disebabkan karena kurangnya kasih sayang pada masa kecil atau sering mengalami kekerasan, baik dari keluarga, teman-teman, atau lainnya. Tentunya hal itu sangat berpengaruh, karena masa kecil adalah masa dimana seorang anak diberikan kasih sayang yang berlimpah.

 

2.      Mudah Merasa Takut

 

Luka di masa lalu terutama di masa kecil akan terus terbayang-bayang, sehingga kejadian itu seakan-akan terus terjadi pada dirinya. Oleh karena itu, penderita Inner Child buruk akan selalu merasa takut dan dirinya merasa terancam.

 

Meskipun ancaman atau hal-hal yang menakutkan itu tidak ada, tetapi bayangan kejadian yang membuatnya luka yang menimbulkan rasa ketakutan secara terus-menerus. Apalagi jika bertemu dengan hal-hal baru, tubuh akan bereaksi bahwa itu sebuah ancaman.

 

3.      Selalu Merasa Bersalah

 

Mengakui kesalahan adalah hal yang wajar, tetapi jika merasa bersalah yang bukan salah dirinya itu disebut masalah yang perlu segera ditangani. Biasanya orang-orang seperti itu sering mengalami hal buruk di masa kecil.

 

Misalnya, sering dimarahi atau dihukum karena masalah sepele, sehingga akan merasa takut dan selalu merasa bahwa apa yang dilakukan semuanya salah. Jangan abaikan gejala-gejala kecil seperti ini.

 

4.      Selalu Ragu

 

Seseorang yang memiliki Inner Child buruk akan selalu merasa bimbang, selalu muncul keraguan. Meskipun hatinya yakin, pikirannya yang menolak, begitu pula sebaliknya. Jika ragu pada beberapa hal, mungkin hal biasa. Namun, jika terus-menerus seperti itu perlu untuk dikonsultasikan ke aplikasi konseling psikologi.

 

5.      Menutup Diri

 

Rasa takut dan cemas yang berlebihan juga akan berpengaruh kepada interaksi sosialnya. Bertemu dengan orang-orang baru saja merupakan rasa takut, apalagi berinteraksi lainnya. Untuk itu, menutup diri adalah pilihannya.

 

Cara Mengatasi Inner Child

 

Aplikasi konseling psikologi merupakan sarana yang praktis untuk digunakan dan membantu untuk memulihkan Inner Child buruk. Berikut penjabaran langkah-langkah yang bisa diambil untuk penderita Inner Child.

 

1.      Kenali Gejalanya

 

Diri sendiri atau pun keluarga perlu mengetahui ciri-ciri dan gejala dari Inner Child buruk, jangan sampai keliru menyimpulkan atau terlalu menganggapnya biasa. Keduanya itu sama-sama kurang baik, yang benar ialah pahami gelaja dan cirinya, lalu lihat pada diri sendiri apakah termasuk dari Inner Child buruk atau bukan.

 

2.      Meditasi

 

Untuk melakukan meditasi, tidak perlu jauh-jauh mencari orang untuk membimbing, karena sudah ada aplikasi meditasi yang bisa digunakan. Di era teknologi, semua memang bisa dilakukan dengan semakin mudah.

 

3.      Konsultasi

 

Kontultasi tentunya kepada orang-orang yang memang ahli di bidangnya, agar saran-saran yang diperoleh bisa membuahkan hasil. Jadi, bukan hanya perkataan merendahkan atau bersimpati berlebihan.

 

Sampaikan setiap gejala yang sudah diamati ketika melakukan konsultasi, jangan ada yang terlewatkan. Karena untuk hal psikologis, hal sekecil apa pun bisa berpengaruh besar bagi penderitanya.

 

Aplikasi meditasi ini patut untuk dicoba agar bisa mendapatkan arahan bagaimana cara melakukan meditasi yang benar, sehingga perlahan-lahan penyakit batin tersebut bisa sembuh dan tidak menimbulkan hal-hal buruk lagi. Dengan begitu, kehidupan yang dirasakan akan lebih terasa nyaman dan tidak ada ketakutan yang berlebihan.