Minggu, 21 Februari 2021

Ingin Ambil Asuransi Kecelakaan Diri? Cek Dulu Jenis Olahraga yang Tak Bisa Ditanggung!

Menurut polis standar asuransi kecelakaan diri Indonesia atau PSAKDI, personal accident insurance atau asuransi kecelakaan diri menanggung risiko atas cacat tetap, kematian, hingga biaya perawatan maupun pengobatan yang secara langsung disebabkan kecelakaan. Sejumlah penyedia produk asuransi ini bahkan akan memberikan jaminan terhadap cacat tetap yang mencakup kehilangan fungsi atas salah satu atau seluruh bagian tubuh tertentu seperti mata, tangan, dan kaki.

Jenis kecelakaan yang ditanggung asuransi

 

Berbeda dari asuransi jiwa, asuransi kecelakaan diri tetap menanggung risiko yang dialami pihak tertanggung meski levelnya ringan, sedang, atau berat tanpa menimbulkan kematian. Meski begitu, Anda tetap harus memperhatikan jenis kecelakaannya, karena jenis asuransi tersebut masih memberlakukan pengecualian khusus. Adapun jenis-jenis kecelakaan dan/atau risiko kecelakaan yang tak bisa ditanggung asuransi kecelakaan diri meliputi:

 

·   Kejadian maupun peristiwa yang mengandung unsur kekerasan, bersifat fisik maupun kimia, yang datangnya tiba-tiba, tak Anda kehendaki atau rencanakan. Keracunan karena menghirup gas atau uap beracun secara tak sengaja pun akan ditanggung perusahaan asuransi.

·   Kejadian terjangkit virus atau kuman penyakit tertentu yang diakibatkan tak sengaja jatuh ke dalam cairan atau zat tertentu, lalu menimbulkan tanggungan tenggelam atau mati lemas.

· Kejadian yang disebabkan kuman atau virus penyakit yang masuk ke dalam luka yang diakibatkan kecelakaan.

· Kejadian yang diakibatkan komplikasi maupun penyakit yang bertambah parah yang sebelumnya muncul karena kecelakaan, selama pihak tertanggung di bawah pengawasan atau masa pengobatan dari dokter yang bersangkutan.

 

Beberapa jenis olahraga yang tak dijamin asuransi

 

Menilai kriteria di atas, beberapa orang menganggap bahwa kecelakaan atau insiden yang terjadi akibat olahraga termasuk ke dalam jaminan asuransi kecelakaan diri. Kendati beberapa asuransi kecelakaan diri menyediakan tanggungan untuk penyebab tersebut, ada sejumlah jenis olahraga yang ternyata tak masuk ke dalam kategori yang ditetapkan perusahaan asuransi, antara lain:

 

·      Skateboard

 

Salah satu olahraga ekstrem yang digemari generasi muda ini tak masuk ke dalam tanggungan asuransi kecelakaan diri. Mengapa? Sejumlah gerakan yang dipraktikkan dalam skateboard dinilai terlalu riskan atau ekstrem, tetapi masih bisa diantisipasi oleh pemainnya. Sehingga, perusahaan asuransi tak akan membayar pengobatan atau perawatan akibat cedera bermain skateboard.

 

·      Hiking

 

Anda suka mendaki gunung atau hiking? Kegiatan yang cukup populer di Indonesia ini memang berisiko, tetapi seperti skateboard, hiking masih bisa diantisipasi persiapan matang. Selain itu, asuransi kecelakaan diri juga tak akan menanggung risiko yang muncul saat Anda melakukan pendakian di gunung berketinggian di atas 2.500 mdpl.

 

·      Parkour

 

Sempat booming beberapa tahun lalu, parkour yang mengandalkan kelincahan dalam berpindah tempat masuk juga ke dalam jenis olahraga yang risikonya tak ditanggung asuransi kecelakaan diri. Gerakan-gerakan yang dipraktikkan dalam olahraga ini dinilai sangat berbahaya, terutama saat Anda melakukannya di gedung tingi.

 

·      Street workout

 

Jenis olahraga ini hanya mengandalkan alat-alat sekitar untuk berlatih dan diminati banyak orang yang ingin mendapatkan bentuk tubuh ideal. Walau lebih hemat dibandingkan workout di tempat fitness, street workout terbilang ekstrem, terutama saat Anda melakukan freestyle pull up. Sehingga, asuransi kecelakaan diri tak akan menanggungnya.

 

Mengetahui risiko yang ditanggung bukan menandakan asuransi kecelakaan diri tak mampu menjamin risiko secara material maupun finansial. Anda justru akan semakin berhati-hati dan cermat saat mencari produk yang sesuai. Sehingga, saat mengalami kecelakaan tertentu dan ternyata kriterianya masuk kategori, Anda bisa segera mengajukan klaim kepada perusahaan asuransi untuk meminta uang pertanggungan.