Rabu, 11 November 2020

Kapan Anak Diperbolehkan untuk Ikut Les Anak?

Banyak yang berfikir bahwa semakin cepat anak didaftarkan ke program les anak maka akan semakin baik dan berdampak signifikan bagi pertumbuhan anak. Akan tetapi, nyatanya pernyataan tersebut tidak sesederhana pada kondisi aslinya. Banyak ditemukan masalah dan kasus anak yang mogok belajar di tengah jalan dan mengalami stres karena ketidak mampuan anak untuk menikmati proses kegiatan pembelajaran yang telah diberikan.

 

Memaksa anak untuk mengikuti les akan menghambat anak dalam proses pertumbuhannya. Sesuatu yang dipaksakan tanpa disadari akan mengakibatkan anak mengalami stres. Kondisi stres yang berkelanjutan akan mengakibatkan dampak yang tidak baik bagi anak dilihat dari segi psikis, sosial hingga fisik anak. Beberapa tanda anak mengalami stres yaitu menurunnya daya nafsu makan anak, kesulitan tidur, emosi anak cepat berubah dan lain sebagainya.



Selain itu, memaksakan anak untuk mengikuti les dikhawatirkan akan mengganggu aktivitas bermain anak. Tanpa dipungkiri dunia anak adalah dunia bermain. Oleh karena itu, banyak di negara maju yang sudah menerapkan kurikulum dengan metode bermain yang asik sehingga saat waktu bermain anak akan maksimal dan anak tidak terbebani dengan pelajaran berat yang belum sesuai dengan masanya.

 

Orang tua yang baik adalah orang tua yang dapat memberikan kesempatan kepada anak untuk tumbuh secara alami. Jangan paksa anak untuk mengikuti kegiatan les jika anak tersebut tidak mau walaupun di tempat les yang menyediakan program sesuai minat anak.

 

Anak memiliki sifat alami dalam mengekspresikan diri seperti filosofi pohon. Biarkan anak tumbug bak pepohonan yang tumbuh alami tanpa memberikan pupuk. Pupuk yang berlebihan akan membuat pohon mati atau tidak akan bertumbuh dengan baik.

 

Pertanyaannya yaitu ‘kapan sebenarnya anak merasa siap untuk ikut les?’. Ita D. Azly yang merupakan psikolog keluarga menjelaskan bahwa kebutuhan les itu sebenarnya kebutuhan anak. Tidak akan tepat memasukkan anak ke tempat les jika tidak berdasarkan dari pertimbangan dan kemauan anak.

 

Sudah seharusnya sebagai orang tua untuk memberikan pilihan dan kebebasan anak untuk berpendapat tentang minat, kebutuhan dan keinginannya. Komunikasi yang tidak baik antara orang tua dengan anak akan menghasilkan masalah kedepannya.

 

Sejak kecil anak-anak sudah mengeksplore dan berkreasi sesuai dengan dunia yang diminatinya. Sehingga orang tua yang baik seharusnya sudah paham mengenai minat yang dimiliki seorang anak.

 

Kesimpulannya bahwa tidak ada usia spesifik untuk memasukkan anak ke tempat les. Point yang perlu diperhatikan yaitu anak akan siap untuk ikut ke les anak ketika kelas yang diambilnya sesuai dengan kemauan dan keinginan anak. Komunikasi orang tua dan perhatian orang tua yang baik akan menjadi support system yang baik bagi anak sehingga tidak akan terjadi lagi cerita anak mogok belajar dan tidak happy. 

0 komentar:

Posting Komentar